Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa 'Jual Mahal' Kadang Berhasil

- 27 Juni 2020, 09:37 WIB
Ilustrasi/shutterstock

FIXPEKANBARU.COM - Istilah ‘cinta adalah medan perang’ mungkin sering terdengar di telinga Anda. Setiap orang memiliki strategi tertentu untuk mendapatkan orang yang mereka sukai dan menjalani pendekatan alias PDKT agar mengenal lebih baik. Salah satu strategi yang paling sering digunakan adalah trik jual mahal.

Baik pria dan wanita kerap menggunakan strategi ini agar tidak terlihat gampangan di depan orang yang mendekati mereka. Tidak sedikit dari mereka yang gagal, tetapi ada beberapa orang yang berhasil menjalani trik ini dengan baik. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Bagi beberapa orang, sok jual mahal saat PDKT justru dapat membuat calon pasangan semakin menjauhi mereka. Entah itu karena preferensi atau dinilai tidak menunjukkan ketertarikan menyebabkan orang yang mendekati Anda pun mundur.

Situasi ini biasanya berlaku bagi para wanita. Bagi mereka yang dianggap sulit didekati justru menurunkan minat para pria untuk berkomitmen lebih jauh. Ada banyak faktor yang mendasari kondisi ini, seperti kecenderungan pria kepada wanita yang ramah.

Walaupun demikian, metode hard to get ini ternyata tidak selalu gagal. Hal ini dibuktikan melalui studi yang dimuat dalam Journal of Social and Personal Relationship. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin sulit seseorang didekati, beberapa calon pasangan merasa tertantang dan penasaran kepada orang tersebut.

Di dalam studi tersebut, peneliti membuat tiga percobaan yang berkelanjutan. Para peserta diberitahu bahwa mereka sedang berbicara dengan lawan jenis. Namun, kenyataannya mereka sedang berbicara dengan anggota tim peneliti lainnya.

Pada semua percobaan, peserta juga diminta untuk menjelaskan seberapa sulit mendapatkan orang diajak bicara untuk menjadi seseorang yang spesial. Selain itu, mereka juga ditanyakan seberapa besar peserta ingin melakukan kegiatan seksual dengan lawan bicaranya.

Hasilnya ternyata cukup menarik. Pertama, peserta yang berbicara dengan profil lawan bicara yang sulit didapat alias jual mahal justru lebih menginginkan orang tersebut. Mereka juga merasa dihargai dibandingkan peserta yang berbicara dengan profil yang kurang selektif.

Selain itu, peserta dalam kelompok tersebut juga menilai lawan bicaranya lebih menarik secara seksual meskipun harus berusaha lebih keras demi mendapatkan perhatian.

Peneliti berpendapat bahwa semua orang pastinya ingin berkencan dan memiliki pasangan yang terbaik. Beberapa orang juga ingin beusaha mendapatkan orang yang diinginkan.

Halaman:

Editor: A Rizal


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X